Rajinpangkalsukses's Blog

March 2, 2010

NETCEN(National Environmental Technology Centre)

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 3:46 am

database faktor emisi kendaraan

Sebuah database baru kendaraan untuk faktor emisi NOx, PM10, CO, HC (VOCs, termasuk metana), benzena, 1,3-butadiena, CO2 dan konsumsi bahan bakar telah dipersiapkan dari tinjauan dan penilaian tentang kecepatan emisi koefisien dilaporkan oleh TRL. dari analisis mereka tentang hasil uji emisi baru pada pertemuan kendaraan terutama Euro I dan II standar,,

Database baru disiapkan oleh NETCEN yang memfokuskan pada atmosfer Nasional Program Inventarisasi Emisi dalam konsultasi dengan TRL. Yang dirampungkan set faktor emisi didasarkan pada:

  • -Adopsi faktor TRL baru untuk kendaraan Euro I dan II.  dengan perkecualian beberapa faktor Euro I untuk mobil bensin tersedia dari TRL pada tahun 1998, telah ini berdasarkan perkiraan dari Eropa dan COPERT MEMENUHI sekelompok pakar. Penggunaan estimasi untuk Euro I dan II kendaraan itu diperlukan karena tidak ada, atau sangat sedikit  pengukuran emisi dari in-service kendaraan dari kelas-kelas ini telah dibuat.
  • -Sebuah pemikiran dari pengurangan emisi diantisipasi untuk Euro III dan IV kendaraan, mengingat faktor-faktor apa yang baru untuk Euro II kendaraan menyarankan produsen kendaraan dan mesin akan memiliki untuk mencapai dalam rangka memenuhi batas emisi untuk kendaraan kelas ini.

kegunaan faktor emisi baru

Faktor-faktor emisi ini sekarang digunakan di NAEI, meskipun emisi dihitung untuk tahun 2000 versi NAEI sebelum faktor-faktor ini diselesaikan masih didasarkan pada faktor-faktor emisi lama.

Database ini faktor emisi telah dimasukkan ke dalam tahun 2002 versi Stanger Faktor Emisi Toolkit. tersedia melalui Pemodelan Helpdesk, tersedia di http://www.stanger.co.uk/JointProjects/DEFRA-Home.asp?jointprojectid=7

Komposisi data dari berbagai kendaraan yang tersedia pada halaman yang sama dari website ini. Data ini juga mencakup seperangkat faktor skala emisi untuk masing-masing polutan, yang mencerminkan peningkatan kualitas bahan bakar karena faktor-faktor emisi diukur dari beberapa tingkat penyesuaian, dan teknologi konversi dalam armada nasional. Faktor-faktor emisi tersebut dihitung dengan persamaan kecepatan emisi harus dikalikan dengan faktor skala yang tepat untuk tahun yang bersangkutan dan kemudian digabungkan dengan komposisi armada data tersebut untuk mendapatkan faktor-faktor emisi utama untuk lalu lintas tertentu campuran.

source : http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=8&ved=0CDsQFjAH&url=http%3A%2F%2Fnfp-it.eionet.europa.eu%3A8980%2FPublic%2Firc%2Fcirca-it%2Fexpert_panel%2Flibrary%3Fl%3D%2Fnetcen%2Fnetcendoc%2F_EN_1.0_%26a%3Dd&rct=j&q=netcen&ei=IomMS6W_M4eyrAepkJ2WAg&usg=AFQjCNE1HuVxoGgOGxREkb-l4jBvTJgygg

March 1, 2010

EMEP/CORINAIR

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 4:25 pm

EMEP/CORINAIR

Apakah EMEP itu?

EMEP (European Monitoring and Evaluation Programme) adalah program berbasis ilmiah dan didorong kebijakan Convention on Long-range Transboundary Air Pollution untuk mengatasi masalah pencemaran udara di lintas batas suatu daerah

Awalnya, EMEP merupakan program yang difokuskan pada transportasi lintas perbatasan mengenai peningkatan keasaman dan eutrofikasi. Kemudian, ruang lingkup EMEP diperluas untuk mengatasi pembentukan ozon permukaan tanah, yang terbaru adalah polutan organik persisten (POP), logam berat, dan partikel.

Program EMEP bergantung pada tiga elemen utama, yaitu

  1. Pengumpulan data emisi
  2. Pengukuran kualitas udara dan curah hujan
  3. Pemodelan transportasi dan deposisi polusi udara

Melalui kombinasi ketiga elemen ini, EMEP dapat memenuhi penilaian dan laporan emisi secara berkala, konsentrasi dan deposisi polutan udara, kuantitas dan pentingnya fluks, serta terkait kelebihan ambang batas suatu beban pencemar. Kombinasi komponen ini juga menjadi dasar yang baik untuk evaluasi dan kualifikasi perkiraan EMEP.

Program EMEP dilaksanakan dengan bekerja sama dengan para ilmuwan dan ahli nasional yang memberikan sumbangan sistematis tentang pengumpulan, analisis, laporan data emisi, data pengukuran dan hasil penilaian yang terpadu. Terdapat empat gugus tugas dalam program EMEP dalam menyediakan forum untuk diskusi dan pertukaran ilmiah, antara lain

  1. 1. Task Force on Measurement and Modelling (TFMM)
  2. 2. Task Force on Emission Inventories and Projections (TFEIP)
  3. 3. Task Force on Integrated Assessment Modelling (TFIAM)
  4. 4. Task Force on Hemispheric Transport of Air Pollutans (TFHTAP)

Koordinasi dan kalibrasi kimia dari kualitas udara dan curah hujan dilakukan di Chemical Coordinating Centre (CCC). Penyimpanan dan distribusi informasi yang dapat dipercaya pada emisi dan proyek emisi merupakan tugas Meteorological Synthesizing Centre-West (MSC-W). MSC-W juga bertanggung jawab atas penilaian pemodelan belerang, nitrogen foto-oksidan, dan partikel di atmosfer. Pengembangan pemodelan logam berat dan polutan organik persisten merupakan tanggung jawab Meteorological Synthesizing Centre-East (MSC-E). Pada tahun 1999 Badan Eksekutif Konvensi memutuskan untuk memasukkan penilaian yang terintegrasi ke dalam kegiatan inti EMEP dan membangun Pusat Pemodelan Penilaian Terpadu atau Center for Integrate Assessment Modelling (CIAM). Lalu ada EMEP Centre on Emission Inventories and Projections (CEIP) yang bertugas mengumpulkan dan memproyeksikan data emisi udara, logam berat, partikel, dan fotokimia oksidan.

DATA EMEP

EMEP acidifying/eutrophying compounds

http://tarantula.nilu.no/projects/ccc/onlinedata/main/index.html

EMEP ozone data

http://tarantula.nilu.no/projects/ccc/onlinedata/ozone/index.html

EMEP heavy metal data

http://tarantula.nilu.no/projects/ccc/onlinedata/heavymetals/index.html

EMEP POP data

http://tarantula.nilu.no/projects/ccc/onlinedata/pops/index.html

EMEP particulate matter data

http://tarantula.nilu.no/projects/ccc/onlinedata/pm/index.html

EMEP VOC data

http://tarantula.nilu.no/projects/ccc/onlinedata/voc/index.html

SUMBER

http://www.emep.int/emep_description.html

http://www.eea.europa.eu/publications/emep-eea-emission-inventory-guidebook-2009/part-a-general-guidance-chapters/1-foreword-table-of-contents-introduction-and-acknowledgements/1-introduction-tfeip-endorsed-draft.pdf

Apakah CORINAIR itu ?

CORINAIR berdiri sebagai suatu metodologi yang disetujui pada tahun 1986 dalam program CORINE, dalam upaya mengkoordinasikan persediaan nasional dalam pendataan emisi atmosfer dari tiga polutan tertentu (belerang dioksida, nitrogen oksida, dan polutan organik yang mudah menguap) terutama dari delapan jenis industry penting.

Kemudian metodologi ini dikembangkan untuk polutan lain (senyawa organic non-metan, ammonia, CO, CH4, PM10¸logam berat, dan polutan organic persisten) dan menjadi 260 kelompok kegiatan. Tujuan perluasan ini adalah untuk memverifikasi kewajiban negara-negara anggota dalam memerangi masalah lingkungan di tingkat global, seperti perubahan iklim, peningkatan keasaman, penipisan ozon stratosfer, control emisi, menyusul United Nation Frame on the Climate Change (UNFCCC), Protokol Montreal, dan Transboundary Pollutant Fluxes Protocols.

CORINAIR merupakan inventaris paling luas di wilayah udara Eropa untuk sector estimasi emisi nasional. Berikut ini adalah table-tabel yang berhubungan dengan pengukuran yang dilakukan CORINAIR
Aircraft emission grouping in the UNECE and UNFCCC conventions

Domestic flights International flights
LTO (<3000 ft) UNECE and UNFCCC UNECE and UNFCCC
Cruise (>3000 ft) UNFCCC UNFCCC

Emission species requested by CORINAIR

Conventional pollutants Heavy metals Persistent Organic Pollutants
sulphur dioxide (SO2) arsenic (As) hexachlorocyclohexane (HCH)
non-methane volatile organic compounds (NMVOC) cadmium (Cd) pentachlorophenole (PCP)
nitrogen oxides (NOx) chromium (Cr) hexachlorobenzene (HCB)
methane (CH4) copper (Cu) tetrachloromethane (TCM)
carbon monoxide (CO) mercury (Hg) trichloroethylene (TRI)
carbon dioxide (CO2) nickel (Ni) tetrachloroethylene (PER)
nitrous oxide (N2O) lead (Pb) trichlorobenzene (TCB)
ammonia (NH3) selenium (Se) trichloroethane (TCE)
zinc (Zn) dioxins
furanes
polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH)

SUMBER

http://efca.net/index.php?page=corinair

http://www2.mst.dk/common/Udgivramme/Frame.asp?http://www2.mst.dk/udgiv/publications/2001/87-7944-661-2/html/kap02_eng.htm

Tabel Faktor Emisi Menurut UK NAEI Tahun 2007

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 1:12 pm

Sumber : http://www.naei.org.uk/emissions/selection.php

Search mode all
atau klik http://alturl.com/dfhh

PS : mohon maaf jika garis tabel tidak terlihat karena keterbatasan

Year: 2007 Black Smoke Carbon Dioxide as C Methane Carbon Monoxide Nitrous Oxide Nitrogen Oxides as NO2 Total Particulates Sulphur Dioxide Non Methane VOC Chromium Arsenic Cadmium Copper Hydrogen Chloride Mercury Nickel Lead Selenium Vanadium Zinc Ammonia Benzene 1,3-butadiene PM10 (Particulate Matter < 10µm) Fuel Consumption Sulphur Hexafluoride Perfluorocarbons Hydrofluorocarbons Napthalene Acenapthene Acenapthylene Fluorene Anthracene Phenanthrene Fluoranthene Pyrene Benz[a]anthracene Chrysene Benzo[b]fluoranthene Benzo[k]fluoranthene Benzo[a]pyrene Dibenz[ah]anthracene Indeno[1,2,3-cd]pyrene Benzo[ghi]perylene Dioxins (PCDD/F) Polychlorinated biphenyls gamma-HCH (Lindane) Pentachlorophenol Hexachlorobenzene CFC Halons HCFC
: Non-fuel combustion n/a 4637 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
: Non-fuel combustion n/a n/a n/a n/a 0.00397 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Accidental fires: Population n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 2 grams International Toxic Equivalent/million people n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Accidental fires – dwellings: Mass burnt n/a n/a 0.0065 kilotonne/kilotonne 0.042 kilotonne/kilotonne n/a 0.003 kilotonne/kilotonne n/a n/a 0.015 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.008 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a 0.64 kg/kilotonne 7.3 kg/kilotonne 12 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne 5.3 kg/kilotonne 2.8 kg/kilotonne 3.2 kg/kilotonne 1.5 kg/kilotonne 1.8 kg/kilotonne 1.9 kg/kilotonne 0.67 kg/kilotonne 1.2 kg/kilotonne 0.27 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Accidental fires – forests: Area burnt n/a n/a 0.000304 kilotonne/hectares 0.00466 kilotonne/hectares n/a 0.000162 kilotonne/hectares n/a n/a 0.000425 kilotonne/hectares n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000324 kilotonne/hectares n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Accidental fires – other buildings: Mass burnt n/a n/a 0.0065 kilotonne/kilotonne 0.042 kilotonne/kilotonne n/a 0.003 kilotonne/kilotonne n/a n/a 0.015 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.008 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a 0.64 kg/kilotonne 7.3 kg/kilotonne 12 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne 5.3 kg/kilotonne 2.8 kg/kilotonne 3.2 kg/kilotonne 1.5 kg/kilotonne 1.8 kg/kilotonne 1.9 kg/kilotonne 0.67 kg/kilotonne 1.2 kg/kilotonne 0.27 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Accidental fires – straw: Mass burnt n/a n/a 0.0027 kilotonne/kilotonne 0.058 kilotonne/kilotonne n/a 0.00225 kilotonne/kilotonne n/a n/a 0.009 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.011 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Accidental fires – vegetation: Area burnt n/a n/a 0.000024 kilotonne/hectares 0.000373 kilotonne/hectares n/a 0.000013 kilotonne/hectares n/a n/a 0.00003 kilotonne/hectares n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000216 kilotonne/hectares n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Accidental fires – vehicles: Mass burnt n/a n/a 0.005 kilotonne/kilotonne 0.062 kilotonne/kilotonne n/a 0.002 kilotonne/kilotonne n/a n/a 0.016 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.05 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a 0.64 kg/kilotonne 7.3 kg/kilotonne 12 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne 5.3 kg/kilotonne 2.8 kg/kilotonne 3.2 kg/kilotonne 1.5 kg/kilotonne 1.8 kg/kilotonne 1.9 kg/kilotonne 0.67 kg/kilotonne 1.2 kg/kilotonne 0.27 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne 1.3 kg/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Accidental fires – vehicles: co* n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000044 grams International Toxic Equivalent/vehicle burnt n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Adult breath and sweat: Population n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0195 kilotonne/million people n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aerosols – carcare products: Aerosols n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0305 kilotonne/million units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aerosols – cosmetics and toiletries: Aerosols n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0446 kilotonne/million units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aerosols – halocarbons: Non-fuel combustion n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 1.1 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aerosols – household products: Aerosols n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0163 kilotonne/million units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agricultural engines: Lubricants n/a 865 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a 11 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agricultural pesticide use – chlorothalonil use: Solvent use n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.5 kg/t n/a n/a n/a
Agricultural pesticide use – chlorthal-dimethyl use: Solvent use n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 3 kg/t n/a n/a n/a
Agricultural pesticide use – quintozine: Solvent use n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 5 kg/t n/a n/a n/a
Agricultural soils: Non-fuel crops n/a n/a n/a n/a 8.2 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agricultural soils: Non-fuel fertilizer n/a n/a n/a n/a 67 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 40 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agricultural waste burning: Mass burnt n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00117 kg/kilotonne 17 kg/kilotonne 24 kg/kilotonne 2.1 kg/kilotonne 8.1 kg/kilotonne 2.1 kg/kilotonne 2.3 kg/kilotonne 3.4 kg/kilotonne 0.792 kg/kilotonne 2 kg/kilotonne 6 kg/kilotonne 8.4 kg/kilotonne 5.4 kg/kilotonne 1.7 kg/kilotonne 2.2 kg/kilotonne 4 kg/kilotonne 0.301 grams International Toxic Equivalent/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – agrochemicals use: Carbon in pesticides n/a 11 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – agrochemicals use: Agrochemical active ingredient n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.146 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – agrochemicals use: Domestic usage of HCH n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.5 t/t n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – agrochemicals use: Veterinary usage of HCH n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.25 t/t n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – agrochemicals use: Use of HCH in agriculture n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.05 t/t n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – agrochemicals use: PCP usage in mushroom crates n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.3 t/t n/a n/a n/a n/a
Agriculture – mobile machinery: Gas oil 10 kilotonne/Mt fuel consumed 870 kilotonne/Mt fuel consumed 0.156 kilotonne/Mt fuel consumed 16 kilotonne/Mt fuel consumed 1.3 kilotonne/Mt fuel consumed 34 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 2.7 kilotonne/Mt fuel consumed 5.9 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000322 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000345 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000276 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000221 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.000015 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00156 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000328 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0127 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000234 kilotonne/Mt fuel consumed 0.033 kilotonne/Mt fuel consumed 0.117 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0574 kilotonne/Mt fuel consumed 3.3 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a 517 kg/Mt fuel consumed 68 kg/Mt fuel consumed 127 kg/Mt fuel consumed 119 kg/Mt fuel consumed 51 kg/Mt fuel consumed 153 kg/Mt fuel consumed 85 kg/Mt fuel consumed 93 kg/Mt fuel consumed 59 kg/Mt fuel consumed 59 kg/Mt fuel consumed 42 kg/Mt fuel consumed 51 kg/Mt fuel consumed 13 kg/Mt fuel consumed 10 kg/Mt fuel consumed 7.6 kg/Mt fuel consumed 173 kg/Mt fuel consumed 1 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed n/a n/a 0.00342 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Agriculture – mobile machinery: Petrol 0.645 kilotonne/Mt fuel consumed 855 kilotonne/Mt fuel consumed 2.2 kilotonne/Mt fuel consumed 716 kilotonne/Mt fuel consumed 0.015 kilotonne/Mt fuel consumed 1.4 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0612 kilotonne/Mt fuel consumed 249 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00002 kilotonne/Mt fuel consumed 0 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.000035 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000382 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0000275 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00766 kilotonne/Mt fuel consumed 17 kilotonne/Mt fuel consumed 3.5 kilotonne/Mt fuel consumed 0.03 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a 1278 kg/Mt fuel consumed 167 kg/Mt fuel consumed 306 kg/Mt fuel consumed 333 kg/Mt fuel consumed 139 kg/Mt fuel consumed 361 kg/Mt fuel consumed 222 kg/Mt fuel consumed 194 kg/Mt fuel consumed 167 kg/Mt fuel consumed 194 kg/Mt fuel consumed 139 kg/Mt fuel consumed 139 kg/Mt fuel consumed 30 kg/Mt fuel consumed 31 kg/Mt fuel consumed 28 kg/Mt fuel consumed 517 kg/Mt fuel consumed 1 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed n/a n/a 0.000213 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Agriculture – stationary combustion: Agricultural operations n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000105 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – stationary combustion: Coal 1 kilotonne/Mt fuel consumed 639 kilotonne/Mt fuel consumed 0.011 kilotonne/Mt fuel consumed 8.2 kilotonne/Mt fuel consumed 0.147 kilotonne/Mt fuel consumed 4.8 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 18 kilotonne/Mt fuel consumed 0.05 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00016 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00131 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00003 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00545 kilotonne/Mt fuel consumed 2.4 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00045 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00105 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00476 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00048 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00056 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00572 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000279 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00189 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 3.1 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a 1055 kg/Mt fuel consumed 9.5 kg/Mt fuel consumed 40 kg/Mt fuel consumed 1.7 kg/Mt fuel consumed 0.88 kg/Mt fuel consumed 267 kg/Mt fuel consumed 100 kg/Mt fuel consumed 9.3 kg/Mt fuel consumed 7.7 kg/Mt fuel consumed 31 kg/Mt fuel consumed 35 kg/Mt fuel consumed 24 kg/Mt fuel consumed 2.3 kg/Mt fuel consumed 3.7 kg/Mt fuel consumed 18 kg/Mt fuel consumed 8.9 kg/Mt fuel consumed 2.4 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed 1 kg/Mt fuel consumed n/a 0.000003 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Agriculture – stationary combustion: Coke 0.25 kilotonne/Mt fuel consumed 800 kilotonne/Mt fuel consumed 0.011 kilotonne/Mt fuel consumed 1.2 kilotonne/Mt fuel consumed 0.15 kilotonne/Mt fuel consumed 5.1 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 19 kilotonne/Mt fuel consumed 0.05 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00016 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00131 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00003 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00545 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00045 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00105 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00476 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00048 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00056 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00572 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00189 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 3 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a 2550 kg/Mt fuel consumed 110 kg/Mt fuel consumed 150 kg/Mt fuel consumed 330 kg/Mt fuel consumed 40 kg/Mt fuel consumed 140 kg/Mt fuel consumed 60 kg/Mt fuel consumed 60 kg/Mt fuel consumed 40 kg/Mt fuel consumed 30 kg/Mt fuel consumed 1.4 kg/Mt fuel consumed 0.474 kg/Mt fuel consumed 30 kg/Mt fuel consumed 40 kg/Mt fuel consumed 20 kg/Mt fuel consumed 20 kg/Mt fuel consumed 2.4 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed n/a n/a 0.00000075 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Agriculture – stationary combustion: Fuel oil 1 kilotonne/Mt fuel consumed 879 kilotonne/Mt fuel consumed 0.433 kilotonne/Mt fuel consumed 0.307 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0262 kilotonne/Mt fuel consumed 7.7 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 17 kilotonne/Mt fuel consumed 0.142 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000394 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000173 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000295 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00046 kilotonne/Mt fuel consumed 0.01 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000147 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0246 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000522 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000125 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0691 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00104 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a 1 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 74 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a 20 kg/Mt fuel consumed 4 kg/Mt fuel consumed 4.7 kg/Mt fuel consumed n/a 7.6 kg/Mt fuel consumed 10 kg/Mt fuel consumed 1 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed n/a n/a 0.00033 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Agriculture – stationary combustion: Straw 1 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 4.5 kilotonne/Mt fuel consumed 75 kilotonne/Mt fuel consumed 0.06 kilotonne/Mt fuel consumed 1.5 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a 9 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000279 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a 11 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 34 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed 0.29 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – stationary combustion: Vaporising oil 18 kilotonne/Mt fuel consumed 859 kilotonne/Mt fuel consumed 0.455 kilotonne/Mt fuel consumed 0.24 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0273 kilotonne/Mt fuel consumed 4.5 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.6 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0471 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000005 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000045 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0000001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000325 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00009 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a 0.142 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture – stationary combustion: Natural gas n/a 1.5 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000528 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000225 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0000106 kilotonne/Mth fuel consumed 0.00414 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a 0.000234 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000213 kilotonne/Mth fuel consumed n/a 0.0000806 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – broilers: Housed livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000588 kilotonne/1,000 head of livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – broilers wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 9.5 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – broilers wastes: Manure and excreta n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – dairy cattle: Housed livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00013 kilotonne/1,000 head of livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – dairy cattle enteric: Non-fuel combustion n/a n/a 205 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – dairy cattle wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 50 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – dairy cattle wastes: Manure and excreta n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 71 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – deer enteric: Non-fuel combustion n/a n/a 0.273 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – deer wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 0.0068 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – goats enteric: Non-fuel combustion n/a n/a 0.477 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – goats wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 0.0115 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – horses enteric: Non-fuel combustion n/a n/a 6.9 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – horses wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 0.537 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – horses wastes: Manure and excreta n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 4.9 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – laying hens: Housed livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000195 kilotonne/1,000 head of livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – laying hens wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 2.1 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – laying hens wastes: Manure and excreta n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 8.5 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – manure liquid systems: Non-fuel combustion n/a n/a n/a n/a 0.145 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – manure other: Non-fuel combustion n/a n/a n/a n/a 1.5 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – manure solid storage and dry lot: Non-fuel combustion n/a n/a n/a n/a 3.8 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – other cattle: Housed livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000419 kilotonne/1,000 head of livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – other cattle enteric: Non-fuel combustion n/a n/a 353 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – other cattle wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 34 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – other cattle wastes: Manure and excreta n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 63 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – other poultry: Housed livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000741 kilotonne/1,000 head of livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – other poultry wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 1.2 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – other poultry wastes: Manure and excreta n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 23 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – pigs: Housed livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000265 kilotonne/1,000 head of livestock n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – pigs enteric: Non-fuel combustion n/a n/a 7.3 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – pigs wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 34 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – pigs wastes: Manure and excreta n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 21 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – sheep enteric: Non-fuel combustion n/a n/a 160 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – sheep goats and deer wastes: Non-fuel combustion n/a n/a 3.8 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Agriculture livestock – sheep goats and deer wastes: Manure and excreta n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 11 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aircraft – military: Aviation turbine fuel 0.969 kilotonne/Mt fuel consumed 859 kilotonne/Mt fuel consumed 0.103 kilotonne/Mt fuel consumed 8.2 kilotonne/Mt fuel consumed 0.1 kilotonne/Mt fuel consumed 8.5 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.87 kilotonne/Mt fuel consumed 1.1 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000005 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000225 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0000001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000035 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000055 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0222 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0208 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aircraft – domestic cruise: Aviation turbine fuel 0.969 kilotonne/Mt fuel consumed 859 kilotonne/Mt fuel consumed 0 kilotonne/Mt fuel consumed 2.5 kilotonne/Mt fuel consumed 0.1 kilotonne/Mt fuel consumed 14 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.87 kilotonne/Mt fuel consumed 0.549 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000005 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000225 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0000001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000035 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000055 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0106 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00988 kilotonne/Mt fuel consumed 0.204 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aircraft – domestic take off and landing: Aviation spirit 0.969 kilotonne/Mt fuel consumed 853 kilotonne/Mt fuel consumed 1.5 kilotonne/Mt fuel consumed 956 kilotonne/Mt fuel consumed 0.1 kilotonne/Mt fuel consumed 5.2 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.87 kilotonne/Mt fuel consumed 14 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000005 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00002 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0000001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000035 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000055 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a 0.0000275 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.263 kilotonne/Mt fuel consumed 0.244 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00821 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00032 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Aircraft – domestic take off and landing: Aviation turbine fuel 0.969 kilotonne/Mt fuel consumed 859 kilotonne/Mt fuel consumed 0.145 kilotonne/Mt fuel consumed 9.3 kilotonne/Mt fuel consumed 0.1 kilotonne/Mt fuel consumed 11 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.87 kilotonne/Mt fuel consumed 1.5 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000005 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000225 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0000001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000035 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000055 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0294 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0273 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0417 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00032 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Aircraft – international cruise: Aviation turbine fuel 0.969 kilotonne/Mt fuel consumed 859 kilotonne/Mt fuel consumed 0 kilotonne/Mt fuel consumed 1.2 kilotonne/Mt fuel consumed 0.1 kilotonne/Mt fuel consumed 14 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.87 kilotonne/Mt fuel consumed 0.522 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000005 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000225 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0000001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000035 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000055 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0101 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0094 kilotonne/Mt fuel consumed 0.204 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Aircraft – international take off and landing: Aviation turbine fuel 0.969 kilotonne/Mt fuel consumed 859 kilotonne/Mt fuel consumed 0.11 kilotonne/Mt fuel consumed 8.5 kilotonne/Mt fuel consumed 0.1 kilotonne/Mt fuel consumed 13 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.87 kilotonne/Mt fuel consumed 1.2 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000005 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000225 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0000001 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000035 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000055 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00001 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0224 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0208 kilotonne/Mt fuel consumed 0.041 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00032 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Aircraft – support vehicles: Gas oil 11 kilotonne/Mt fuel consumed 870 kilotonne/Mt fuel consumed 0.165 kilotonne/Mt fuel consumed 13 kilotonne/Mt fuel consumed 1.3 kilotonne/Mt fuel consumed 34 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 2.7 kilotonne/Mt fuel consumed 4.9 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000322 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000345 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000276 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000221 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.000015 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00156 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000328 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000143 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0127 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000234 kilotonne/Mt fuel consumed 0.033 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0965 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0473 kilotonne/Mt fuel consumed 3 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a 517 kg/Mt fuel consumed 68 kg/Mt fuel consumed 127 kg/Mt fuel consumed 119 kg/Mt fuel consumed 51 kg/Mt fuel consumed 153 kg/Mt fuel consumed 85 kg/Mt fuel consumed 93 kg/Mt fuel consumed 59 kg/Mt fuel consumed 59 kg/Mt fuel consumed 39 kg/Mt fuel consumed 39 kg/Mt fuel consumed 3.1 kg/Mt fuel consumed 10 kg/Mt fuel consumed 7.9 kg/Mt fuel consumed 173 kg/Mt fuel consumed 1 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed n/a n/a 0.00355 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Aircraft engines: Lubricants n/a 865 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a 11 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Alumina production: Primary aluminium production n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 1.1 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Ammonia production – combustion: Natural gas n/a 1.5 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000528 kilotonne/Mth fuel consumed n/a 0.0000106 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0215 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a 0.000234 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000213 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Ammonia production – feedstock use of gas: Natural gas n/a 0.946 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Application to land: Sewage sludge n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000207 kg/t n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Autogenerators: Coal 1 kilotonne/Mt fuel consumed 594 kilotonne/Mt fuel consumed 0.02 kilotonne/Mt fuel consumed 1.6 kilotonne/Mt fuel consumed 0.066 kilotonne/Mt fuel consumed 5.5 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 18 kilotonne/Mt fuel consumed 0.03 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000778 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000177 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000177 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000943 kilotonne/Mt fuel consumed 0.409 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000279 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000175 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000204 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000134 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000134 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000905 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a 0.268 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a 700 kg/Mt fuel consumed 1 kg/Mt fuel consumed 0.37 kg/Mt fuel consumed 5.3 kg/Mt fuel consumed 0.3 kg/Mt fuel consumed 14 kg/Mt fuel consumed 2 kg/Mt fuel consumed 1.1 kg/Mt fuel consumed 0.34 kg/Mt fuel consumed 0.42 kg/Mt fuel consumed 0.33 kg/Mt fuel consumed 0.33 kg/Mt fuel consumed 0.49 kg/Mt fuel consumed 0.0445 kg/Mt fuel consumed 0.33 kg/Mt fuel consumed 0.33 kg/Mt fuel consumed 0.055 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed 1 kg/Mt fuel consumed n/a 0.000003 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Autogenerators: Natural gas n/a 1.5 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000528 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0021 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0000106 kilotonne/Mth fuel consumed 0.00845 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a 0.000234 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000115 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Basic oxygen furnaces: Dolomite n/a 123 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Basic oxygen furnaces: Steel production (oxygen converters) n/a n/a n/a 7.3 kilotonne/Mt material produced n/a 0.0122 kilotonne/Mt material produced n/a n/a n/a 0.00005 kilotonne/Mt material produced 0.000015 kilotonne/Mt material produced 0.0000306 kilotonne/Mt material produced 0.00002 kilotonne/Mt material produced n/a 0.000003 kilotonne/Mt material produced 0.00005 kilotonne/Mt material produced 0.0002 kilotonne/Mt material produced 0.000003 kilotonne/Mt material produced 0.000025 kilotonne/Mt material produced 0.004 kilotonne/Mt material produced n/a n/a n/a 0.127 kilotonne/Mt material produced n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 1.8 kg/Mt material produced n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Bitumen use: Non fuel bitumen use n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 13 kg/Megatonne 561 kg/Megatonne 23 kg/Megatonne 79 kg/Megatonne 32 kg/Megatonne 119 kg/Megatonne n/a 0.919 kg/Megatonne 5.5 kg/Megatonne n/a n/a 9.8 kg/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Blast furnaces: Iron production (blast furnace) n/a n/a n/a 2.2 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a 0.117 kilotonne/Megatonne 0.12 kilotonne/Megatonne 0.00008 kilotonne/Megatonne 0.00008 kilotonne/Megatonne 0.000016 kilotonne/Megatonne 0.0004 kilotonne/Megatonne n/a 0.00000675 kilotonne/Megatonne 0.00012 kilotonne/Megatonne 0.0000699 kilotonne/Megatonne 0.000013 kilotonne/Megatonne 0.0004 kilotonne/Megatonne 0.004 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a 0.0701 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Blast furnaces: Coal n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 1 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Blast furnaces: Blast furnace gas n/a 8 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0118 kilotonne/Mth fuel consumed 0.00417 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000211 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0037 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a 0.000591 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000537 kilotonne/Mth fuel consumed n/a 0.0000845 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Blast furnaces: Coke oven gas n/a 1.2 kilotonne/Mth fuel consumed 0.00604 kilotonne/Mth fuel consumed 0.00422 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000211 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0037 kilotonne/Mth fuel consumed n/a 0.0296 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000459 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000507 kilotonne/Mth fuel consumed n/a 0.0000845 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Blast furnaces: LPG n/a 1.7 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Blast furnaces: Natural gas n/a 1.5 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000528 kilotonne/Mth fuel consumed 0.00025 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0000106 kilotonne/Mth fuel consumed 0.0037 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a 0.000234 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000213 kilotonne/Mth fuel consumed n/a 0.000326 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Bonfire night: Mass burnt n/a n/a n/a 70 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 7.9 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a 90300 kg/Megatonne 3100 kg/Megatonne 78600 kg/Megatonne 8300 kg/Megatonne 6500 kg/Megatonne 24400 kg/Megatonne 6900 kg/Megatonne 7300 kg/Megatonne 5000 kg/Megatonne 3800 kg/Megatonne 1500 kg/Megatonne 500 kg/Megatonne 1300 kg/Megatonne 20 kg/Megatonne 90 kg/Megatonne 1000 kg/Megatonne 59 grams International Toxic Equivalent/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Bread baking: Bread n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.001 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Brewing – fermentation: Beer n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.02 kilotonne/billion litres n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Brewing – wort boiling: Beer n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0048 kilotonne/billion litres n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Brick manufacture – Fletton: Fletton bricks n/a 0.0518 kilotonne/kilotonne 0.000922 kilotonne/kilotonne 0.00361 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a 0.0166 kilotonne/kilotonne 0.00356 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000846 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000035 grams International Toxic Equivalent/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Brick manufacture – non Fletton: Non-Fletton bricks n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00036 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0000035 grams International Toxic Equivalent/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Capacitors: Dielectric fluid (transformers etc) pcbs n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 1.6 kg/t n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement – decarbonising: Clinker production n/a 157 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement – non-decarbonising: Clinker production n/a n/a n/a 2.9 kilotonne/Megatonne n/a 2.5 kilotonne/Megatonne n/a 1 kilotonne/Megatonne 0.086 kilotonne/Megatonne 0.000112 kilotonne/Megatonne 0.00000485 kilotonne/Megatonne 0.00000872 kilotonne/Megatonne 0.0000359 kilotonne/Megatonne 0.016 kilotonne/Megatonne 0.0000242 kilotonne/Megatonne 0.0000567 kilotonne/Megatonne 0.000129 kilotonne/Megatonne 0.0000351 kilotonne/Megatonne 0.0000189 kilotonne/Megatonne 0.00025 kilotonne/Megatonne 0.043 kilotonne/Megatonne 0.0068 kilotonne/Megatonne 0.0000702 kilotonne/Megatonne 0.0799 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.633 kg/Megatonne n/a n/a n/a 0.0456 grams International Toxic Equivalent/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement and concrete batching: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00276 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Coal 1 kilotonne/Mt fuel consumed 647 kilotonne/Mt fuel consumed 0.3 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.109 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 1 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Fuel oil 1 kilotonne/Mt fuel consumed 879 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0866 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0262 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 74 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a 20 kg/Mt fuel consumed 4 kg/Mt fuel consumed n/a n/a 7.6 kg/Mt fuel consumed 10 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Gas oil n/a 870 kilotonne/Mt fuel consumed 0.091 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0273 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Petroleum coke 0.25 kilotonne/Mt fuel consumed 813 kilotonne/Mt fuel consumed 0.107 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.143 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 2550 kg/Mt fuel consumed 110 kg/Mt fuel consumed 150 kg/Mt fuel consumed 330 kg/Mt fuel consumed 40 kg/Mt fuel consumed 140 kg/Mt fuel consumed 60 kg/Mt fuel consumed 60 kg/Mt fuel consumed 40 kg/Mt fuel consumed 30 kg/Mt fuel consumed 1.4 kg/Mt fuel consumed 0.474 kg/Mt fuel consumed n/a 40 kg/Mt fuel consumed 20 kg/Mt fuel consumed 20 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a 0.00000075 t/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Scrap tyres 1 kilotonne/Mt fuel consumed 455 kilotonne/Mt fuel consumed 0.96 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.93 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Waste oils 1 kilotonne/Mt fuel consumed 825 kilotonne/Mt fuel consumed 0.091 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 3.6 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Waste n/a 204 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Waste solvent 0.75 kilotonne/Mt fuel consumed 440 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cement production – combustion: Natural gas n/a 1.5 kilotonne/Mth fuel consumed 0.000528 kilotonne/Mth fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – alkyl lead: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00255 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00235 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – ammonia based fertilizer: Ammonium nitrate n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.194 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – ammonia based fertilizer: Non-fuel fertilizer n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 2 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – ammonia use: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 1.8 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – cadmium pigments and stabilizers: Non-fuel combustion n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00000361 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – carbon black: Carbon black capacity n/a n/a n/a 2 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a 16 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.186 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – carbon tetrachloride: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0032 kg/t n/a n/a n/a
Chemical industry – chloralkali process: Chlorine capacity n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00124 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – chromium chemicals: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00293 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00136 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – ethylene: Ethylene n/a n/a 0.678 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – general: Non fuel bitumen use n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 13 kg/Megatonne 561 kg/Megatonne 23 kg/Megatonne 79 kg/Megatonne 32 kg/Megatonne 119 kg/Megatonne n/a 0.919 kg/Megatonne 5.5 kg/Megatonne n/a n/a 9.8 kg/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – general: Process emission n/a n/a 2.3 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – general: Chemicals and manmade fibres n/a n/a n/a 0.09 kilotonne/no units n/a n/a n/a 0.0212 kilotonne/no units 0.293 kilotonne/no units 0.0000181 kilotonne/no units 4.58E-08 kilotonne/no units 9.84E-08 kilotonne/no units 0.0000234 kilotonne/no units n/a 9.53E-09 kilotonne/no units 0.00000772 kilotonne/no units 0.00000194 kilotonne/no units 0.000000191 kilotonne/no units n/a 0.000023 kilotonne/no units n/a 0.00452 kilotonne/no units 0.00218 kilotonne/no units 0.0018 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – halogenated chemicals: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.025 grams International Toxic Equivalent/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – hydrochloric acid use: Chemicals and manmade fibres n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000519 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – magnesia: Magnesia production n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.253 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – methanol: Methanol n/a n/a 0 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – nitric acid use: Chemicals and manmade fibres n/a n/a n/a n/a n/a 0.00479 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – pesticide production: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0175 grams International Toxic Equivalent/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – pesticide production: Formulation of PCP laurate n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000009 t/t n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – phosphate based fertilizers: Phosphate rock imports n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00006 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0152 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a 0.455 kilotonne/Megatonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – picloram production: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.2 kg/t n/a n/a n/a
Chemical industry – pigment manufacture: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.125 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – reforming: Chemicals and manmade fibres n/a n/a n/a 0.0153 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – soda ash: Soda ash n/a n/a n/a 0.00501 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – sodium pentachlorophenoxide: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.1 kg/t n/a n/a n/a
Chemical industry – sulphuric acid use: Chemicals and manmade fibres n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00259 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – tetrachloroethylene: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0024 kg/t n/a n/a n/a
Chemical industry – titanium dioxide: Titanium dioxide n/a n/a n/a 0.089 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.000142 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Chemical industry – trichloroethylene: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0012 kg/t n/a n/a n/a
Cider manufacture: Cider n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.02 kilotonne/billion litres n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Cigarette smoking: Cigarettes n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.258 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Closed Coal Mines: Non-fuel combustion n/a n/a 57 kilotonne/EF = Emission fuel = 1 n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coal storage and transport: Deep mined coal production n/a n/a 1.2 kilotonne/Mt material produced n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coal tar and bitumen processes: Process emission n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0176 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00223 kilotonne/no units n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coal tar distillation: Coal tar distilled n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.288 kg/nominal n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coating manufacture – adhesives: Solvent used in coating n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0256 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coating manufacture – inks: Solvent used in coating n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0256 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coating manufacture – inks: Pigment n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00085 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coating manufacture – other coatings: Solvent used in coating n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.0256 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coating manufacture – other coatings: Pigment n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 0.00085 kilotonne/kilotonne n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coke production: Coal n/a n/a n/a n/a n/a 0.02 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a 1 kg/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Coke production: Coke produced n/a n/a 0.0802 kilotonne/Mt fuel consumed 2.2 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a 1.8 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0261 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00032 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000068 kilotonne/Mt fuel consumed 0.00000677 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0000501 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.00000384 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000182 kilotonne/Mt fuel consumed 0.000555 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a 0.000555 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0189 kilotonne/Mt fuel consumed 0.0147 kilotonne/Mt fuel consumed n/a 0.0836 kilotonne/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a 1928 kg/Mt fuel consumed 34 kg/Mt fuel consumed 164 kg/Mt fuel consumed 113 kg/Mt fuel consumed 97 kg/Mt fuel consumed 393 kg/Mt fuel consumed 174 kg/Mt fuel consumed 118 kg/Mt fuel consumed 53 kg/Mt fuel consumed 17 kg/Mt fuel consumed 48 kg/Mt fuel consumed 24 kg/Mt fuel consumed 39 kg/Mt fuel consumed 4.8 kg/Mt fuel consumed 17 kg/Mt fuel consumed 17 kg/Mt fuel consumed 0.13 grams International Toxic Equivalent/Mt fuel consumed n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

AP-42 (Penjelasan Singkat)

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 8:35 am

AP – 42

Faktor emisi adalah nilai representatif yangdiperlukan untuk menghubungkan kuantitas suatu polutan yang dilepas ke atmosfer melalui  kegiatan yang berhubungan dengan pelepasan polutan. Faktor-faktor ini biasanya dinyatakan sebagai polutan berat dibagi dengan satuan berat, volume, jarak, atau durasi aktivitas yang memancarkan polutan (misalnya, kilogram partikel yang dipancarkan per megagram batubara dibakar). Faktor-faktor tersebut seperti memfasilitasi perkiraan emisi dari berbagai sumber polusi udara. Dalam kebanyakan kasus, faktor-faktor ini hanyalah rata-rata dari semua data yang tersedia kualitas, dan umumnya dianggap sebagai perwakilan dari jangka panjang rata-rata untuk semua fasilitas dalam kategori sumber (yaitu, rata-rata populasi).

Persamaan umum untuk estimasi emisi adalah:

E = A x EF x (1-ER/100)

dimana:
E = emisi,
A = aktivitas rata-rata
EF = emisi faktor, dan
ER = total efisiensi pengurangan emisi,%.

ER didefinisikan lebih lanjut sebagai produk perangkat kontrol kehancuran atau penghapusan efisiensi dan efisiensi penangkapan sistem kontrol.

Nilai faktor emisi  di AP-42 (yang dibahas di bawah) memberikan indikasi dari kekokohan, atau kelayakan, faktor emisi untuk memperkirakan emisi rata-rata untuk kegiatan sumber. Biasanya, data tidak memadai untuk menunjukkan pengaruh berbagai parameter proses seperti temperatur dan konsentrasi reaktan. Untuk beberapa kasus, seperti dalam memperkirakan emisi dari tangki penyimpanan minyak bumi, dokumen ini berisi empiris formula (atau emisi model) yang berhubungan dengan emisi untuk variabel seperti diameter tangki, suhu cairan, dan kecepatan angin. Faktor Emisi Formula menjelaskan bahwa pengaruh variabel-variabel tersebut cenderung menghasilkan  perkiraan yang realistis  dari pada faktor-faktor yang tidak mempertimbangkan parameter tersebut.

Tingkat kelengkapan dan detail informasi emisi AP-42 ditentukan oleh informasi yang tersedia dari referensi yang ada. Emisi dari beberapa proses didokumentasikan lebih baik daripada yang lain. Misalnya beberapa faktor emisi bisa didaftarkan untuk produksi satu substansi:  satu faktor masing-masing  untuk sejumlah langkah dalam proses produksi seperti  netralisasi, pengeringan, penyulingan, dan operasi lainnya. Namun, karena  informasi yang kurang lengkap, maka hanya satu faktor emisi yang dapat diberikan untuk  fasilitas produksi untuk zat lain, meskipun masih mungkin emisi  dihasilkan selama beberapa langkah menengah. Mungkin terdapat lebih dari  satu faktor emisi untuk produksi zat tertentu karena  proses produksi yang berbeda  atau  perangkat kontrol yang berbeda  dapat digunakan. Oleh karena itu, perlu dilihat lebih dari sekadar  faktor emisi untuk aplikasi tertentu dan untuk mengamati detail pada tabel teks dan catatan kaki.

Kenyataan bahwa faktor emisi untuk polutan atau proses tidak tersedia pada EPA yang tidak menyiratkan bahwa lembaga percaya sumber tidak memancarkan polutan atau sumber tidak boleh diinventarisasi, tetapi tidak hanya itu saja, EPA tidak memiliki cukup data untuk memberikan nasihat.

Sumber : http://www.sbcapcd.org/eng/tech/ap42intr.txt

Beberapa Faktor-faktor Emisi

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 8:33 am

(Version 1.2,  March 12, 2001)

Sumber : http://www.sbcapcd.org/eng/tech/frog_01.htm

http://www.sbcapcd.org/eng/tech/em_fac.htm

Source Type

TOC Emissions Factor ROC Emissions Factor

EF Units

ROC/TOC Fraction – mass basis

(FROG)

Emission Factor Reference

FROG Reference

Oil/Water Separators use Appendix A, Section III of P&P and the FROG value use Appendix A, Section III of P&P MM gallons/day 0.606 P&P 6100.060.096

CARB/KVB Method

P&P 6100.060.096

Reference (5)

Sumps, Waste Water Tanks and Well Cellars use Appendix A, Section II of P&P and the FROG value use Appendix A, Section II of P&P ft2 0.606 P&P 6100.060.096

CARB/KVB Method

P&P 6100.060.096

Reference (5)

FHC: Valves and Fittings (non-component count method) use Tables I.1, I.2 and I.3 of P&P and the FROG value use Tables I.1, I.2 and I.3 of P&P lb/day-well 0.391 P&P 6100.060.096

CARB/KVB Method

P&P 6100.060.096

References (2) and (5)

FHC: Pumps (non-component count method) use Appendix A, Section IV of P&P and the FROG value use Appendix A, Section IV of P&P # of wells 0.492 P&P 6100.060.096

CARB/KVB Method

P&P 6100.060.096

Reference (5)

FHC: Well Heads (non-component count method) use Appendix A, Section IV of P&P and the FROG value use Appendix A, Section IV of P&P # of wells 0.606 P&P 6100.060.096

CARB/KVB Method

P&P 6100.060.096

Reference (5)

FHC: Compressors (non-component count method) use Appendix A, Section IV of P&P and the FROG value use Appendix A, Section IV of P&P # of wells 0.262 P&P 6100.060.096

CARB/KVB Method

P&P 6100.060.096

Reference (5)

FHC: Enhanced Oil Recovery Fields (non-component count method) use Appendix A, Section V of P&P and the FROG value use Appendix A, Section V of P&P # of wells 0.912 P&P 6100.060.096

CARB/KVB Method

P&P 6100.060.096

Reference (3)

FHC: Offshore Platforms (component count)

– Gas/Condensate Service (all types)

– Oil Service (all types)

use Table 2 of P&P use Table 2 and FROG value from the P&P lb/day-leak path 0.33 (gas)

0.33 (oil)

P&P 6100.061.096

Tecolote Method

Tecolote Report (1986)
FHC: Production Field (component count)

– Gas/Condensate Service (all types)

– Oil Service (all types)-

use Table 2 of P&P use Table 2 and FROG value from the P&P lb/day-leak path 0.31 (gas)

0.56 (oil)

P&P 6100.061.096

API Method

API Report (1980)
FHC: Refinery (component count)

– Gas/Condensate Service (all types)

– Oil Service (all types)

use Table 2 of P&P use Table 2 and FROG value from the P&P lb/day-leak path 0.99 (gas)

0.99 (oil)

P&P 6100.061.096

EPA AP-42

EPA AP-42
FHC: Gas Processing Plant (component count)

– Gas/Condensate: valve

– Gas/Condensate: connection

– Gas/Condensate: compressor seal

– Gas/Condensate: pump seal

– Gas/Condensate: pressure relief

– Oil Service (all types)

use Table 2 of P&P use Table 2 and FROG value from the P&P lb/day-leak path 0.38 (gas valve)

0.43 (gas conn)

0.20 (gas comp)

0.79 (gas pump)

0.07 (gas prd)

0.33 (oil all)

P&P 6100.061.096

EPA Radian (1982) gas

API Report (1980) oil

P&P 6100.061.096

EPA Radian (1982) gas

API Report (1980) oil

FHC: Onshore Oil and Gas Facilities (component count) Tecolote oil factors

(used for GTC, Gaviota GP, HS&P only)

0.066 0.0304 lb/day-leak path 0.46 Tecolote Report (1986)

Model B

Tecolote Report (1986)
Crude Oil Fixed Roof Storage Tanks: Evaporative Losses use AP-42 equations use AP-42 equations and FROG value lb/yr 0.885 AP-42, Chapter 7, 5th Edition ARB VOC Profile #297
Crude Oil Fixed Roof Tanks: Flashing Losses mass balance or API eqn mass balance or API eqn and FROG value lb/bbl 0.308 mass balance using site GOR data or API eqn based on upstream pressures ARB VOC Profile #757
Loading Racks mass balance using EF = 12.46*S*P*M/T

Use table 5.2-1 for S values; figures 7.1-5, 7.1-5 and table 7.1-2 for P values; use table 7.1-2 for M values.

mass balance using EF = 12.46*S*P*M/T and FROG value lb/1000 gal 0.885 (crude oil) AP-42, Chapter 5, Section 5.2 (Chapter 7 for P and M values). Crude oil default M = 50 lb/lb-mole ARB VOC Profile #297 for crude oil.
Pipeline Pig Launchers/Receivers mass balance based on volume of gas vented per event.

EF = (P*M)/(R*T)

P = 5 psig

M = 50 oil, 23 gas

R = 10.73

T = site conditions or use std condition if not known

mass balance based on volume of gas vented and FROG value lb/acf vented per event 0.308 (gas units)

0.885 (oil units)

APCD Engineering Div.

Assumes unit is de-pressurized to VRU or similar, calculate vented volume based on residual pressure of 5 psig and physical volume of unit using ideal gas law.

ARB VOC Profile #757 for gas units

ARB VOC Profile #297 for oil units

Piston IC engine: Diesel 0.36 0.30 lb/MMBtu 0.8378 AP-42, Table 3.3-2

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #9
Piston IC Engine: Natural Gas (Uncontrolled) 1.354 0.103 lb/MMBtu 0.0763 APCD Hearing Board factor of 300 lb/MMscf

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #719
Piston IC Engine: Natural Gas (Controlled)

– Rule 333 Lean Burn 250 ppmv

– Rule 333 Rich Burn 750 ppmv

10.92 (rich burn)

32.89 (lean burn)

0.83 (rich burn)

2.50 (lean burn)

lb/MMBtu 0.0763 Rule 333 ROC emission standard

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #719
Piston IC Engine: Gasoline (Uncontrolled) 3.03 2.92 lb/MMBtu 0.964 AP-42, Table 3.3-2

(note: use permit specific or BACT EF when available)

FROG is a weighted composite of exhaust and evaporative reactivities

ARB VOC Profile #502

ARB VOC Profile #710

Piston IC Engine: Gasoline (Controlled with catalyst) 2.08 1.70 lb/MMBtu 0.8186 Rule 333 ROC emission standard based on exhaust only – assumes PCV and evaporative controls are in place

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #500
Turbine: Natural Gas electric generating unit rated over 3 MW 0.024 0.0018 lb/MMBtu 0.0763 AP-42, Table 3.1-2

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #719
Turbine: Diesel (all types) 0.017 0.014 lb/MMBtu 0.8378 AP-42, Table 3.1-2

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #9
Turbine: Natural Gas electric generating units rated 3 MW and under and all prime mover operations 0.053 0.0040 lb/MMBtu 0.0763 AP-42, Table 3.2-2

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #719
Flares, Thermal Oxidizers, Incinerators 0.14 0.086 lb/MMBtu 0.617 AP-42, Table 13.5-1 AP-42, Table 13.5-2

Table 13.5-2 average volume data is converted to a mass basis, then we assume half of ethane/ethylene result is ethane.

External Combustion – Natural Gas: Boilers, Process Heaters, Steam Generators em fac (MMBtu/hr)

0.0108

em fac (MMBtu/hr)

0.0054

lb/MMBtu ratio (MMBtu/hr)

0.50

AP-42, Table 1.4-2

(note: use permit specific or BACT EF when available)

AP-42, Table 1.4-2
External Combustion – Diesel #2: Boilers, Process Heaters, Steam Generators em fac (MMBtu/hr)

0.0018 (>=10)

0.0039 (<10)

em fac (MMBtu/hr)

0.0014 (>=10)

0.0024 (<10)

lb/MMBtu ratio (MMBtu/hr)

0.79 (>=10)

0.61 (<10)

AP-42, Table 1.3-4

(note: use permit specific or BACT EF when available)

AP-42, Table 1.3-4

Amount of ethane assumed minimal based on ARB VOC Profile #504

External Combustion – Propane/Butane: Boilers, Process Heaters, Steam Generators em fac (MMBtu/hr)

0.0058 (>=10)

0.0088 (<10)

em fac (MMBtu/hr)

0.0028 (>=10)

0.0053 (<10)

lb/MMBtu ratio (MMBtu/hr)

0.48 (>=10)

0.66 (<10)

AP-42, Table 1.5-2

(emissions assumed to be same as natural gas EFs on a heat input basis)

(note: use permit specific or BACT EF when available)

AP-42, Table 1.5-2

(ratios assumed to be same as natural gas)

Crew and Supply Boat Main Engines varies according to individual engine hp rating (see table) varies according to individual engine hp rating (see table) lb/1000 gal 1.0 AP-42, Volume II, Table II-3.3

Only cruise mode EFs are used (note: use permit specific or BACT EF when available)

APCD Assumption
Crew and Supply Boat: Auxiliary Engines 0.36 0.30 lb/MMBtu 0.8378 AP-42, Table 3.3-2

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #9
Helicopters platform specific EFs are used platform specific EFs are used lb/trip 1.0 Manufacturer data is coupled with platform LTO cycles to generate a platform specific EF APCD Assumption
Batch Mix Hot Mix Asphalt Plants: Natural Gas Fired Dryer 0.017 0.017 lb/ton 1.0 AP-42, Table 11.1-7

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #715
Batch Mix Hot Mix Asphalt Plants: Diesel Fired Dryer 0.046 0.046 lb/ton 1.0 AP-42, Table 11.1-7

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #715
Drum Mix Hot Mix Asphalt Plants: Natural Gas Fired Dryer 0.051 0.051 lb/ton 1.0 AP-42, Table 11.1-8

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #715
Drum Mix Hot Mix Asphalt Plants: Diesel Fired Dryer 0.069 0.069 lb/ton 1.0 AP-42, Table 11.1-8

(note: use permit specific or BACT EF when available)

ARB VOC Profile #715

February 15, 2010

Baku Mutu Udara Ambien Nasional

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 3:24 pm

LAMPIRAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 41 TAHUN 1999
TANGGAL : 26 MEI 1999

BAKU MUTU UDARA AMBIEN NASIONAL

No. Parameter Waktu

Pengukuran

Baku Mutu Metode

Analisis

Peralatan
1 SO2 1 Jam 900 ug/Nm3 Pararosanilin Spektrofotometer
(Sulfur Dioksida) 24 Jam 365 ug/Nm3
1 Thn 60 ug/Nm3
2 CO 1 Jam 30.000 ug/Nm3 NDIR NDIR Analyzer
(Karbon Monoksida) 24 Jam 10.000 ug/Nm3
1 Thn
3 NO2 1 Jam 400 ug/Nm3 Saltzman Spektrofotometer
(Nitrogen Dioksida) 24 Jam 150 ug/Nm3
1 Thn 100 ug/Nm3
4 O3 1 Jam 235 ug/Nm3 Chemiluminescent Spektrofotometer
(Oksidan) 1 Thn 50 ug/Nm3
5 HC 3 Jam 160 ug/Nm3 Flame Ionization Gas
(Hidro Karbon) Chromatogarfi
6 PM10 24 Jam 150 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol
(Partikel < 10 um )
PM2,5 (*) 24 Jam 65 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol
(Partikel < 2,5 um ) 1 Thn 15 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol
7 TSP 24 Jam 230 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol
(Debu) 1 Thn 90 ug/Nm3
8 Pb 24 Jam 2 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol
(Timah Hitam) 1 Thn 1 ug/Nm3 Ekstraktif
Pengabuan AAS
9. Dustfall 30 hari
(Debu Jatuh ) 10 Ton/km2/Bulan

(Pemukiman)

Gravimetric Cannister
20 Ton/km2/Bulan
(Industri)
10 Total Fluorides (as F) 24 Jam 3 ug/Nm3 Spesific Ion Impinger atau
90 hari 0,5 ug/Nm3 Electrode Countinous Analyzer
11. Fluor Indeks 30 hari 40 u g/100 cm2 dari kertas limed filter Colourimetric Limed Filter

Paper

12. Khlorine & 24 Jam 150 ug/Nm3 Spesific Ion Impinger atau
Khlorine Dioksida Electrode Countinous Analyzer
13. Sulphat Indeks 30 hari 1 mg SO3/100 cm3 Colourimetric Lead
Dari Lead Peroksida Peroxida Candle

Pencemar Udara Antropogenik

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 8:03 am

Emisi Antropogenik adalah Emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh kegiatan manusia.hal ini termasuk pembakaran bahan bakar fosil untuk energi, deforestasi, perubahan penggunaan lahan dan emisi GHGs lain.

Contoh dari Antropogenic emmisions adalah CO, CS2,CCIF3,dan SO2,NOx,dll

Karbon monoksida (CO)

Pencemaran karbon monoksida berasal dari sumber alami seperti: kebakaran hutan, oksidasi dari terpene yang diemisikan hutan ke atmosfer, produksi CO oleh vegetasi dan kehidupan di laut. Sumber CO yang berasal dari sumber antropogenik yaitu hasil pembakaran bahan bakar fosil yang memberikan sumbangan 78,5% dari emisi total. Pencemaran dari sumber antropogenik 55,3% berasal dari pembakaran bensin pada otomotif.

gb784

Perkiraan emisi per satuan berat bahan bakar disajikan pada Tabel 12. Tabel 12. Perkiraan emisi CO per satuan berat bahan bakar.

gb785

Nitrogen oksida (NOx)

Cemaran nitrogen oksida yang penting berasal dari sumber antropogenik yaitu: NO dan NO2. Sumbangan sumber antropogenik terhadap emisi total ± 10,6%.

gb7851

Perkiraan emisi NOx per satuan berat bahan bakar disajikan pada Tabel berikut.

gb786

Sulfur oksida (SOX)

Senyawa sulfur di atmosfer terdiri dari H2S, merkaptan, SO2, SO3, H2SO4
garam-garam sulfit, garam-garam sulfat, dan aerosol sulfur organik.Dari
cemaran tersebut yang paling penting adalah SO2 yang memberikan sumbangan ± 50% dari emisi total. Cemaran garam sulfat dan sulfit dalam bentuk aerosol yang berasal dari percikan air laut memberikan sumbangan 15% dari emisi total.

gb787

Perkiraan emisi sulfur dioksida per satuan berat bahan bakar disajikan pada Tabel berikut.

gb788

Hujan asam: Beberapa jenis polutan, terutama oksida sulfur dan nitrogen, oleh waktu dan cahaya matahari diubah menjadi senyawa-senyawa yang bereaksi dengan air di udara dan membentuk asam. Polutan-polutan ini, yang sering disebut “hujan asam”, juga mencakup salju, kabut dan uap air, serta senyawa-senyawa kering yang bereaksi di permukaan daun atau tanah. Asam-masam ini tidak hanya meracuni danau dan sungai, membunuh ikan dan binatang-binatang lain, tetapi juga mengikis logam dan cat, dan benar-benar melarutkan bangunan batu dan tugu (lihat sulfur dioksida) .

Karbon Dioksida (CO2 ): Gas yang terbentuk ketika bahan bakar yang kaya akan kandungan karbon ini, seperti batu bara atau minyak, terbakar adalah pencemar udara tak berwarna dan tak berasa, dan merupakan salah satu jenis gas “rumah kaca”. Disebut demikian karena gas-gas ini memerangkap panas bumi seperti jendela-jendela kaca di sebuah rumah kaca.

Hidrokarbon (HC): Walaupun ada berbagai nama untuk polutan ini, mulai dari “gas organik reaktif” sampai “senyawa organik yang mudah menguap”, tetapi semua nama tersebut mengacu pada ribuan polutan yang terdapat dalam bensin yang tak terbakar, cairan pencuci kering, zat pelarut untuk industri, dan berbagai jenis kombinasi lain dari hidrogen dengan karbon. Banyak jenis hidrokarbon berbahaya secara sendiri-sendiri: benzene, suatu konstituen dari gasolin, misalnya, dapat menimbulkan leukemia. Jenis-jenis lain bereaksi dengan oksida-oksida nitrogen dalam cahaya matahari, dan menimbulkan asap kabut atau “ozon”, (lihat ozon).

Timah (Pb): Logam bewarna kelabu keperakan ini sangat dikenal oleh setiap orang yang pernah memasang pemberat tali pancing. Logam ini sangat beracun dalam setiap bentuknya dan sama sekali tidak memiliki nilai gizi apapun. Beberapa pakar yakin bahwa penggunaan timah secara ekstensif sebagai bahan pengawet anggur (minuman) di zaman Romawi Kuno mengakibatkan kemunduran mental yang meluas, dan merupakan salah satu faktor penyebab keruntuhan kerajaan tersebut. Di samping penggunaannya dalam tempat-tempat seperti peleburan bijih, pencemaran timah modern paling sering diakibatkan oleh penggunaannya sebagai “Ethyl” atau zat aditif gasolin lain.

Ozon (03 ): oksigen dapat ditemukan dalam dua bentuk, dan ozon adalah salah satunya. Senyawa oksigen yang melestarikan kehidupan yang paling lazim ditemukan adalah molekul dwi-atom yang menyusun kurang lebih 20 persen udara sekitar. Namun di lapisan stratosfer tinggi, suatu lapisan senyawa oksigen tri-atom, ozon, menghambat radiasi ledakan termonuklir matahari yang mengalir menuju ke bumi. Ozon juga ditemukan dekat permukaan tanah, sebagian karena reaksi antara dua polutan yang umum, yaitu oksida nitrogen dan hidrokarbon. Sebagai polutan udara yang sangat berbahaya, ozon merupakan oksidan yang

sangat kuat sehingga digunakan di banyak kota (misalnya Los Angeles, California dan Zurich, Swis) untuk mendisinfektasi pasokan air minum. Kumpulan polutan udara yang dijumpai di banyak kota ini sering disebut secara kolektif (dan salah) sebagai ozon, karena zat itulah yang paling dominan dan paling mudah diukur.

Benda Partikulat (PM): Asap dan jelaga disebut benda partikulat, tetapi bentuk yang paling berbahaya dari benda padat ini adalah partikel-partikel amat kecil dan halus yang dapat menembus ke dalam paru-paru yang hanya dilindungi oleh dinding tipis setebal molekul. Sering disebut sebagai PM 10 karena benda partikulat tersebut lebih kecil daripada 10 mikron, kebanyakan partikel halus itu berasal dari senyawa sulfur dan nitrogen yang dalam selang waktu beberapa jam atau beberapa hari berubah dari gas menjadi padat.

Sulfur Dioksida (S02 ): Zat ini terbentuk ketika sulfur bubuk bewarna kuning keemasan yang terdapat di batubara dan minyak terbakar. Sulfur dioksida adalah gas tak terlihat yang berbau amat tajam dan menyerang sistem pernafasan manusia, serta dapat membunuh penderita asma. Setelah berjam-jam atau berhari-hari tercampur di udara, sulfur dioksida ini membentuk partikel amat halus yang disebut sulfat, yang dapat menembus bagian terdalam dari paru-paru. Sulfat kemudian bereaksi dengan air di awan atau di dalam paru-paru untuk membentuk asam belerang, yang sering disebut hujan asam.

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/unsur-unsur-pencemar-udara/

February 14, 2010

Parameter Pencemaran Udara : Karbon Monoksida

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 5:01 pm

KRITERIA

SIFAT FISIKA DAN KIMIA

sumber : http://commons.wikimedia.org

Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senjawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak

sempurna dan karbon dioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak

berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna. Tidak seperti senyawa CO mempunyai

potensi bersifat racun yang berbahaya karena mampu membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah yaitu haemoglobin.

SUMBER DAN DISTRIBUSI

Karbon monoksida di lingkungan dapat terbentuk secara alamiah, tetapi sumber utamanya adalah dari kegiatan manusia,

Korban monoksida yang berasal dari alam termasuk dari lautan, oksidasi metal di atmosfir, pegunungan, kebakaran hutan dan

badai listrik alam.

Sumber CO buatan antara lain kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan bahan bakar bensin. Berdasarkan estimasi,

Jumlah CO dari sumber buatan diperkirakan mendekati 60 juta Ton per tahun. Separuh dari jumlah ini berasal dari kendaraan

bermotor yang menggunakan bakan bakar bensin dan sepertiganya berasal dari sumber tidak bergerak seperti pembakaran

batubara dan minyak dari industri dan pembakaran sampah domestik. Didalam laporan WHO (1992) dinyatakan paling tidak

90% dari CO diudara perkotaan berasal dari emisi kendaraan bermotor. Selain itu asap rokok juga mengandung CO, sehingga

para perokok dapat memajan dirinya sendiri dari asap rokok yang sedang dihisapnya.

Sumber CO dari dalam ruang (indoor) termasuk dari tungku dapur rumah tangga dan tungku pemanas ruang. Dalam beberapa

penelitian ditemukan kadar CO yang cukup tinggi didalam kendaraan sedan maupun bus.

Kadar CO diperkotaan cukup bervariasi tergantung dari kepadatan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar

bensin dan umumnya ditemukan kadar maksimum CO yang bersamaan dengan jam-jam sibuk pada pagi dan malam hari.

Selain cuaca, variasi dari kadar CO juga dipengaruhi oleh topografi jalan dan bangunan disekitarnya. Pemajanan CO dari udara

ambien dapat direfleksikan dalam bentuk kadar karboksi-haemoglobin (HbCO) dalam darah yang terbentuk dengan sangat

pelahan karena butuh waktu 4-12 jam untuk tercapainya keseimbangan antara kadar CO diudara dan HbCO dalam darah Oleh

karena itu kadar CO didalam lingkungan, cenderung dinyatakan sebagai kadar rata-rata dalam 8 jam pemajanan Data CO yang

dinyatakan dalam rata-rata setiap 8 jam pengukuran sepajang hari (moving 8 hour average concentration) adalah lebih baik

dibandingkan dari data CO yang dinyatakan dalam rata-rata dari 3 kali pengukuran pada periode waktu 8 jam yang berbeda

dalam sehari. Perhitungan tersebut akan lebih mendekati gambaran dari respons tubuh manusia tyerhadap keracunan CO dari

udara.

Karbon monoksida yang bersumber dari dalam ruang (indoor) terutama berasal dari alat pemanas ruang yang menggunakan

bahan bakar fosil dan tungku masak. Kadar nya akan lebih tinggi bila ruangan tempat alat tersebut bekerja, tidak memadai

ventilasinya. Namun umunnya pemajanan yang berasal dari dalam ruangan kadarnya lebih kecil dibandingkan dari kadar CO

hasil pemajanan asap rokok.

Beberapa Individu juga dapat terpajan oleh CO karena lingkungan kerjanya. Kelompok masyarakat yang paling terpajan oleh

CO termasuk polisi lalu lintas atau tukang pakir, pekerja bengkel mobil, petugas industri logam, industri bahan bakar bensin,

industri gas kimia dan pemadam kebakaran.

Pemajanan Co dari lingkungan kerja seperti yang tersebut diatas perlu mendapat perhatian. Misalnya kadar CO di bengkel

kendaraan bermotor ditemukan mencapai setinggi 600 mg/m3 dan didalam darah para pekerja bengkel tersebut bisa

mengandung HbCO sampai lima kali lebih tinggi dari kadar nomal. Para petugas yang bekerja dijalan raya diketahui

mengandung HbCO dengan kadar 4–7,6% (porokok) dan 1,4–3,8% (bukan perokok) selama sehari bekarja. Sebaliknya kadar

HbCO pada masyarakat umum jarang yang melampaui 1% walaupun studi yang dilakukan di 18 kota besar di Amerika Utara

menunjukan bahwa 45 % dari masyarakat bukan perokok yang terpajan oleh CO udara, di dalam darahnya terkandung HbCO

melampaui 1,5%. Perlu juga diketahui bahwa manusia sendiri dapat memproduksi CO akibat proses metabolismenya yang

normal. Produksi CO didalam tubuh sendiri ini (endogenous) bisa sekitar 0,1+1% dari total HbCO dalam darah.

sumber karbon di rumah

sumber : http://www.longislandinspection.com/carbon-monoxide-test.shtml

DAMPAK

Dampak dari CO bervasiasi tergangtung dari status kesehatan seseorang pada saat terpajan .Pada beberapa orang yang

berbadan gemuk dapat mentolerir pajanan CO sampai kadar HbCO dalam darahnya mencapai 40% dalam waktu singkat.

Tetapi seseorang yang menderita sakit jantung atau paru-paru akan menjadi lebih parah apabila kadar HbCO dalam darahnya

sebesar 5–10%.

Pengaruh CO kadar tinggi terhadap sistem syaraf pusat dan sistem kardiovaskular telah banyak diketahui. Namun respon dari

masyarakat berbadan sehat terhadap pemajanan CO kadar rendah dan dalam jangka waktu panjang, masih sedikit diketahui.

Misalnya kinerja para petugas jaga, yang harus mempunyai kemampuan untuk mendeteksi adanya perubahan kecil dalam

lingkungannya yang terjadi pada saat yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya dan membutuhkan kewaspadaan tinggi dan

terus menerus, dapat terganggu/ terhambat pada kadar HbCO yang berada dibawah 10% dan bahkan sampai 5% (hal ini

secara kasar ekivalen dengan kadar CO di udara masing-masing sebesar 80 dan 35 mg/m3) Pengaruh ini terlalu terlihat pada

perokok, karena kemungkinan sudah terbiasa terpajan dengan kadar yang sama dari asap rokok.

Beberapa studi yang dilakukan terhadap sejumlah sukarelawan berbadan sehat yang melakukan latihan berat (studi untuk

melihat penyerapan oksigen maksimal) menunjukkan bahwa kesadaran hilang pada kadar HbCO 50% dengan latihan yang

lebih ringan, kesadaran hilang pada HbCo 70% selama 5-60 menit. Gangguan tidak dirasakan pada HbCO 33%, tetapi denyut

jantung meningkat cepat dan tidak proporsional. Studi dalam jangka waktu yang lebih panjang terhadap pekerja yang bekerja

selama 4 jam dengan kadar HbCO 5-6% menunjukkan pengaruh yang serupa terhadap denyut jantung, tetapi agak berbeda.

Hasil studi diatas menunjukkan bahwa paling sedikit untuk para bukan perokok, ternyata ada hubungan yang linier antara

HbCO dan menurunnya kapasitas maksimum oksigen.

Walaupun kadar CO yang tinggi dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, meningkatkan denyut jantung, ritme jantung

menjadi abnormal gagal jantung, dan kerusakan pembuluh darah periferal, tidak banyak didapatkan data tentang pengaruh

pemajanan CO kadar rendah terhadap sistim kardiovaskular.

Hubungan yang telah diketahui tentang merokok dan peningkatan risiko penyakit jantung koroner menunjukkan bahwa CO

kemungkinan mempunyai peran dalam memicu timbulnya penyakit tersebut (perokok berat tidak jarang mengandung kadar

HbCO sampai 15 %). Namun tidak cukup bukti yang menyatakan bahwa karbon monoksida menyebabkan penyakit jantung

atau paru-paru, tetapi jelas bahwa CO mampu untuk mengganggu transpor oksigen ke seluruh tubuh yang dapat berakibat

serius pada seseorang yang telah menderita sakit jantung atau paru-paru.

Studi epidemiologi tentang kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung dan kadar CO di udara yang dibagi berdasarkan

wilayah, sangat sulit untuk ditafsirkan. Namun dada terasa sakit pada saat melakukan gerakan fisik, terlihat jelas akan timbul

pada pasien yang terpajan CO dengan kadar 60 mg/m3, yang menghasilkan kadar HbCO mendekati 5%. Walaupun wanita

hamil dan janin yang dikandungnya akan menghasilkan CO dari dalam tubuh (endogenous) dengan kadar yang lebih tinggi,

pajanan tambahan dari luar dapat mengurangi fungsi oksigenasi jaringan dan plasental, yang menyebabkan bayi dengan berat

badan rendah. Kondisi seperti ini menjelaskan mengapa wanita merokok melahirkan bayi dengan berat badan lebih rendah dari

normal. Masih ada dua aspek lain dari pengaruh CO terhadap kesehatan yang perlu dicatat. Pertama, tampaknya binatang

percobaan dapat beradaptasi terhadap pemajanan CO karena mampu mentolerir dengan mudah pemajanan akut pada kadar

tinggi, walaupun masih memerlukan penjelasan lebih lanjut. Kedua, dalam kaitannya dengan CO di lingkungan kerja yang

dapat menggangggu pertubuhan janin pada pekerja wanita, adalah kenyataan bahwa paling sedikit satu jenis senyawa

hidrokarbon-halogen yaitu metilen khlorida (dikhlorometan), dapat menyebabkan meningkatnya kadar HbCO karena ada

metobolisme di dalam tubuh setelah absorpsi terjadi.

Parameter Pencemar Udara : Sulfur Dioksida

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 4:52 pm

SULFUR DIOKSIDA

Kriteria

SIFAT FISIKA DAN KIMIA

Rantai Kimia Sulfur Dioksida

sumber : http://commons.wikimedia.org

Pencemaran oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur

dioksida (SO2) dan Sulfur trioksida (SO3), dan keduanya disebut sulfur oksida (SOx). Sulfur dioksida mempunyai karakteristik

bau yang tajam dan tidak mudah terbakar diudara, sedangkan sulfur trioksida merupakan komponen yang tidak reaktif.

Pembakaran bahan-bahan yang mengandung Sulfur akan menghasilkan kedua bentuk sulfur oksida, tetapi jumlah relatif

masing-masing tidak dipengaruhi oleh jumlah oksigen yang tersedia. Di udara SO2 selalu terbentuk dalam jumlah besar. Jumlah

SO3 yang terbentuk bervariasi dari 1 sampai 10% dari total SOx.

Mekanisme pembentukan SOx dapat dituliskan dalam dua tahap reaksi sebagai berikut :

S + O2 < ——— > SO2

2 SO2 + O2 < ——— > 2 SO3

SO3 di udara dalam bentuk gas hanya mungkin ada jika konsentrasi uap air sangat rendah. Jika konsentrasi uap air sangat

rendah. Jika uap air terdapat dalam jumlah cukup, SO3 dan uap air akan segera bergabung membentuk droplet asam sulfat (

H2SO4 ) dengan reaksi sebagai berikut :

SO SO2 + H2O2 ———— > H2SO4

Komponen yang normal terdapat di udara bukan SO3 melainkan H2SO4 Tetapi jumlah H2SO4 di atmosfir lebih banyak dari pada

yang dihasilkan dari emisi SO3 hal ini menunjukkan bahwa produksi H2SO4 juga berasal dari mekanisme lainnya.

Setelah berada diatmosfir sebagai SO2 akan diubah menjadi SO3 (Kemudian menjadi H2SO4) oleh proses-proses fotolitik dan

katalitik Jumlah SO2 yang teroksidasi menjadi SO3 dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk jumlah air yang tersedia,

intensitas, waktu dan distribusi spektrum sinar matahari, Jumlah bahan katalik, bahan sorptif dan alkalin yang tersedia. Pada

malam hari atau kondisi lembab atau selama hujan SO2 di udara diaborpsi oleh droplet air alkalin dan bereaksi pada kecepatan

tertentu untuk membentuk sulfat di dalam droplet.

SUMBER DAN DISTRIBUSI

Sepertiga dari jumlah sulfur yang terdapat di atmosfir merupakan hasil kegiatan manusia dan kebanyakan dalam bentuk SO2.

Dua pertiga hasil kegiatan manusia dan kebanyakan dalam bentuk SO2. Dua pertiga bagian lagi berasal dari sumber-sumber

alam seperti vulkano dan terdapat dalam bentuk H2S dan oksida. Masalah yang ditimbulkan oleh bahan pencemar yang dibuat

oleh manusia adalah ditimbulkan oleh bahan pencemar yang dibuat oleh manusia adalah dalam hal distribusinya yang tidak

merata sehingga terkonsentrasi pada daerah tertentu. Sedangkan pencemaran yang berasal dari sumber alam biasanya lebih

tersebar merata. Tetapi pembakaran bahan bakar pada sumbernya merupakan sumber pencemaran Sox, misalnya pembakaran

arang, minyak bakar gas, kayu dan sebagainya Sumber SOx yang kedua adalah dari proses-proses industri seperti pemurnian

petroleum, industri asam sulfat, industri peleburan baja dan sebagainya.

Pabrik peleburan baja merupakan industri terbesar yang menghasilkan Sox. Hal ini disebabkan adanya elemen penting alami

dalam bentuk garam sulfida misalnya tembaga ( CUFeS2 dan CU2S ), zink (ZnS), Merkuri (HgS) dan Timbal (PbS).

Kerbanyakan senyawa logam sulfida dipekatkan dan dipanggang di udara untuk mengubah sulfida menjadi oksida yang mudah

tereduksi. Selain itu sulfur merupakan kontaminan yang tidak dikehandaki didalam logam dan biasanya lebih mudah untuk

menghasilkan sulfur dari logam kasar dari pada menghasilkannya dari produk logam akhirnya. Oleh karena itu SO2 secara rutin

diproduksi sebagai produk samping dalam industri logam dan sebagian akan terdapat di udara.

DAMPAK

Pencemaran SOx menimbulkan dampak terhadap manusia dan hewan. Pada Manusia, Pengaruh utama polutan Sox terhadap manusia adalah iritasi sistim pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa

iritasi tenggorokan terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau lebih bahkan pada beberapa individu yang sensitif iritasi terjadi

pada kadar 1-2 ppm. SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita

yang mengalami penyakit khronis pada sistem pernafasan kadiovaskular.

Pada lingkungan, Sox dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang  berbahaya bagi makhluk hidup, terutama bagi tumbuh-tumbuhan.

Pada tanaman, kerusakan pada tanaman terjadi pada kadar sebesar 0,5 ppm.

dampak hujan asam

sumber : http://www.swivel.com/

Individu dengan gejala penyakit tersebut sangat sensitif terhadap kontak dengan SO2, meskipun dengan kadar yang relatif

rendah. Kadar SO2 yang berpengaruh terhadap gangguan kesehatan adalah sebagai berikut :

Konsentrasi ( ppm ) dan Pengaruh

3 – 5        : Jumlah terkecil yang dapat dideteksi dari baunya

8 – 12      : Jumlah terkecil yang segera mengakibatkan iritasi tenggorokan

20            : Jumlah terkecil yang akan mengakibatkan iritasi mata

20            : Jumlah terkecil yang akan mengakibatkan batuk

20            : Maksimum yang diperbolehkan untuk konsentrasi dalam waktu lama

50 – 100 : Maksimum yang diperbolehkan untuk kontrak singkat ( 30 menit )

400 -500 : Berbahaya meskipun kontak secara singkat

Sumber :

http://www.depkes.go.id

gurungeblog.wordpress.com

http://www.caripdf.com/5/Parameter+Pencemar+Udara.htm

Parameter Pencemar Udara : Nitrogen Oksida

Filed under: Uncategorized — rajinpangkalsukses @ 9:03 am

Skema Hujan Asam

(sumber : http://jsf.or.jp)

Nitrogen Oksida (NOx)

Sumber

Sumber utama NOx pada atmosfer adalah dari jalan lalu lintas. Ini bertanggung jawab untuk sekitar setengah dari total emisi yang ada di Eropa. Sumber utama lainnya adalah dari pembangkit tenaga listrik, pabrik pemanas, dan proses industri. Banyak NOx diemisikan sebagai NO, dimana teroksidasi menjadi NO2 oleh ozon atau oksidan lain.

Meskipun kendraan bermotor didata untuk sekitar 50 % dari emisi NOx, proporsi lebih tinggi dikota. Di London, 74 % emisi NOx akibat dari lalulintas jalan. Strategi monitoring untuk NO2 diambil dari data pola ruang dan penyebaran populasi yang paling banyak didominasi oleh lalu lintas jalan.

Karakteristik

Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2 bentuk yang sifatnya berbeda, yakni gas NO2 dan gas NOx. Sifat gas NO2 adalh berwarna dan berbau, sedangakn gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung.

Kadar NOx diudara daearh perkotaan yang berpenduduk padat akan lebih tinggi dari daerah pedesaan yang berpenduduk sedikit. Hal ini disebabkan karena berbagai macam kegiatan yang menunjang kehidupan manusia akan menambah kadar NOx di udara, seperti transportasi, generator pembangkit listrik, pembuangan sampah dan lain-lain.

Pencemaran gas NOx diudara teruatam berasal dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alami. Keberadaan NOx diudara dapat dipengaruhi oleh sinar matahari yang mengikuti daur reaksi fotolitik NO2

Dampak Bagi Kesehatan

Konsentrasi gas NO yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada system saraf yang mengakibatkan kejang-kejang. Bila keracunan ini terus berlanjut akan dapat menyebabkan kelumpuhan. Gas NO akan menjadi lebih berbahaya apabila gas itu teroksidasi oleh oksigen sehinggga menjadi gas NO2.

Pada sangat konsentrasi tinggi, dimana mungkin hanya dialami pada kecelakaan industri yang fatal, paparan NO2 dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang berat dan cepat. Pengaruh kesehatan mungkin juga terjadi pada konsentrasi ambient yang jauh lebih rendah seperti pada pengamatan selama peristiwa polusi di kota. Bukti yang didapatkan menyarankan bahwa penyebaran ambient kemungkinan akibat dari pengaruh kronik dan akut, khususnya pada sub-grup populasi orang yang terkena asma.

NO2 terutama berkelakuan sebagai agen pengoksidasi yang kemungkinan merusak membran sel dan protein. Pada konsentrasi tinggi, saluran udara akan menyebabkan peradangan yang akut. Ditambah lagi, penyebaran dalam waktu-singkat berpengaruh terhadap peningkatan resiko infeksi saluran pernapasan. Meskipun banyak pengontrolan penyebaran yang dilakukan, fakta secara jelas mendefinisikan hubungan antara konsentrasi atau dosis dan umpan baliknya tidaklah cukup.

Untuk penyebaran yang akut, hanya konsentrasi yang sangat tinggi (>1880 Mg/m3, 1 ppm) mempengaruhi kesehatan orang ; bilamana, orang dengan asma atau penyakit paru-paru yang akut lebih rentan pada konsentrasi lebih rendah. Pencemaran udara oleh gas NOx dapat menyebabkan timbulnya Peroxy Acetil Nitrates yang disingkat dengan PAN. Peroxi Acetil Nitrates ini menyebabkan iritasi pada mata yang menyebabkan mata terasa pedih dan berair.

Dampak Bagi Tumbuhan

Pengaruh gas NOx pada tanaman antara lain timbulnya bintik-bintik pada permukaan daun. Pada konsentrasi yang lebih tinggi gas tersebut dapat menyebabkan nekrosis atau kerusakan pada jaringan daun. Dalam keadaan seperti ini daun tidak dapat berfungsi sempurna sebagai temapat terbentuknya karbohidrat melalui proses fotosintesis. Akibatnya tanaman tidak dapat berproduksi seperti yang diharapkan. Konsentrasi NO sebanyak 10 ppm sudah dapat menurunkan kemampuan fotosintesis daun sampai sekitar 60% hingga 70%.

Sumber

file:///D:/Documents/Downloads/Pencemaran%20Udara%20Ambien%20_%20Chem-Is-Try.Org%20_%20Situs%20Kimia%20Indonesia%20_.htm

file:///D:/Documents/Downloads/Nitrogen%20Oksida%20%28NOx%29%20%C2%AB%20Kesehatan%20Lingkungan.htm

file:///D:/Documents/Downloads/147_10GasNitorgenOksida.html

file:///D:/Documents/Downloads/Dampak%20Pencemaran%20Nitrogen%20Oksida%20%28NOx%29%20dan%20Pengaruhnya%20terhadap%20Kesehatan%20_%20Chem-Is-Try.Org%20_%20Situs%20Kimia%20Indonesia%20_.htm

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.